SELAMAT DATANG DI WEBSITE HAMAM FAIZIN. SEMOGA ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA INGINKAN. JANGAN LUPA ISI KOMENTAR ANDA ATAU BUKU TAMU. TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA..... Naja, Naila dan Akma...anak-anak lucu dan mungil: TIGA SIKAP ATAS TERORISME (NASKAH KHUTBAH DI MASJID IIQ JAKARTA)

TIGA SIKAP ATAS TERORISME (NASKAH KHUTBAH DI MASJID IIQ JAKARTA)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين غافر الذنب وقابل التوب شديد العقاب ذي الطول لا إله إلا هو إليه المصير. أشهد ألا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله. والصلاة والسلام على محمد النبي الأمي خاتم الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه والتابعين وتابعي التابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعده.
فيا أيها الناس اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. قال تعالى فى القرآن الكريم: من قتل نفسا يغير نفس أو فسادٍ في الأرض فكأنما قتل الناس جميعا ومن أحياها فكأنما أحيا الناس جميعا. وقال الله تعالى قوا أنفسكم وأهليكم نارا. وقال النبي محمد صلى الله عليه وسلم من كان أمره معروفا فليكن بالمعروف.

Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Allah yang telah memberikan berbagai nikmat yang tidak bisa kita kalkulasi satu persatu dan mustahil kita bisa menghitungnya, sebagaimana difirmankan Allah, wa in ta’uddu ni’matallahi la tukhsuha. Kedua kalinya, shalawat serta salam marilah tetap kita panjatkan ke hadirat Nabi Agung Muhammad saw. yang telah mengajarkan kepada kita akhlak-akhlak mulia sebagai bekal hidup di dunia dan modal pahala di akhirat. Allahumma Amin.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai khatib ingin berpesan kepada diri khotib sendiri khususnya dan jama’ah sekalian pada umumnya, untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wata’ala. Dari dahulu hingga kini, kita sebagai hamba Allah yang lemah, tidak punya pilihan lain selain menggantungkan diri kepada Allah, tak ada pilihan lain selain berserah diri kepada Allah. Di tengah ketidakmenentuan masa depan, di tengah ketidakmenentuan jaminan keamanan sosial, keamanan transportasi, di tengah serangan virus ganas yang tidak bisa diprediksi, tak ada pilihan lain kecuali berserah diri kepada-Nya.
Semoga ayat-ayat atau tanda-tanda Allah yang disuratkan dalam Al-Qur’an dan disiratkan dalam fenomena-fenomena kehidupan sehari-hari kita bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, taqwa dalam arti yang seluas-luasnya.

Jamaa’h shalat jum’at yang berbahagia.
Tepat seminggu yang lalu, kita semua dikejutkan dengan peristiwa bom bunuh diri di wilayah Mega Kuningan, tepatnya di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton. Terorisme yang awalnya diduga sudah tidak ada lagi di Negara ini untuk 4 tahun terakhir ini, ternyata tidak terbukti.
Bom tetap meledak lagi. Puluhan orang tak berdosa menjadi korban. Perasaan ngeri, cemas mulai datang mengancam kapan saja dan di mana saja. Berbagai prediksi tentang tragedi tersebut bermunculan. Ada yang mengaitkannya dengan kondisi politik. Ada pula yang mengaitkannya gerakan-gerakan Islam garis keras. Wallahu’alam. Kita belum punya modal pengetahuan untuk menyimpulkan apa-apa dari peristiwa teror tersebut. Siapa yang melakukannya? Apa agama pelaku terror tersebut? Atas motif apa ia melakukan ? Kita semua juga belum mengetahui.

Namun yang jelas, pelaku pemboman tersebut sudah tidak memiliki ruang cinta di dalam hatinya. Di dalam hatinya sudah tidak ada ruang cinta kepada sesama manusia. Ruang cinta itu telah direbut dan kemudian dipenuhi oleh nafsu angkara setan. Sehingga, kesadaran dirinya sebagai hamba Tuhan yang berkewajiban mencintai sesama manusia hilang, sirna. Mata hatinya sudah buta. Naluri kemanusiaannya buntu. Akhirnya, bom pun diledakkan demi kepuasan nafsu angkaranya.
Kita semua tahu, dengan dalih apapun, agama apapun tidak membenarkan tindakan tolol tersebut. Islam pun mengutuk keras perlakuan keji itu. Dalam Alquran dengan tegas diibaratkan bahwa membunuh satu manusia saja yang tidak berdosa bagaikan membunuh seluruh manusia di muka bumi ini. Dan sebaliknya, barangsiapa yang memberikan kehidupan satu orang saja, sama dengan memberikan kehidupan seluruh manusia di muka bumi ini.
من قتل نفسا يغير نفس أو فسادٍ في الأرض فكأنما قتل الناس جميعا ومن أحياها فكأنما أحيا الناس جميعا
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah.
Terorisme, berupa peledakan bom merupakan salah satu dari berbagai kenyataan pahit dalam kehidupan kita akhir-akhir ini. Bentuk terorisme lainnya juga masih banyak kita jumpai: pembunuhan, mutilasi, perampokan, pencurian, kekerasan, kerusuhan, konflik antar warga merupakan bentuk lain dari terorisme kecil yang masih saja terjadi di antara kita.
Dari situ semua ada pertanyaan ynag muncul: Apa yang bisa kita lakukan dari peristiwa-peristiwa tersebut, untuk merubah hidup ini menjadi lebih baik? Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari ayat-ayat Allah yang dibentangkan dalam realitas kehidupan kita tersebut?
Paling tidak ada tiga hal yang perlu kita lakukan. Pertama, menumbuhkan rasa cinta kepada sesama makhluk Allah. Cinta dalam bahasa Arab seringkali disebut dengan hub. Dari kata ini terbentuklah istilah mahabbah. Mencintai sesama makhluk Allah sangatlah dianjurkan dalam Islam. Bahkan cinta kepada sesama manusia menjadi standar keimanan seseorang, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad saw.
لايؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
Artinya: “Seseorang belum dianggap beriman sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR. Imam Muslim dan An-Nasai).
Dalam Islam terdapat ajaran tasawuf, yakni perjalanan manusia yang meng-Allah, yang aktualisasinya merupakan pengabdian diri kepada seluruh umat manusia seumur hidup. Pengabdian diri kepada seluruh umat inilah yang dilandasi dengan cinta. Tak syak lagi kalau dunia tasawuf sangat kental dengan khazanah cinta (hubb). Cinta seorang sufi kepada seluruh umat manusia itu melampaui batas-batas kemanusiaan, nasionalitas, etnis, ras, suku, ideologi, golongan, budaya, dan bahkan agama.
Tasawuf menawarkan cinta dengan segala kelembutannya. Di dalamnya terkandung nilai-nilai yang holistik dan kudus.
Memberantas aksi terorisme tanpa cinta dan kelembutan hanya merupakan tindakan yang kontraproduktif dan hanya akan memperpanjang rangkaian-rangkaian tindak terorisme baru.
Menumbuhkan kesadaran untuk saling mencintai dan mengasihi menjadi sangat urgen untuk didengungkan. Hubb akan membebaskan diri dari segala nafsu setan, kekuasaan (power). Akan membebaskan diri kita dari hasrat ingin menguasai orang lain. Membebaskan diri kita dari kuasa pembenaran atas diri (self-truth claim). Cinta yang dilandasi kepatuhan kepada Tuhan pada akhirnya akan menumbuhkan cinta kemanusiaan yang hakiki.
Dalam tasawuf, kedalaman makna hidup bisa ditemukan. Dari sini hubungan personal antara manusia dan Tuhan yang sangat intim diharapkan bisa berimplikasi positif secara lebih luas dalam tatanan kolektif masyarakat umat manusia.
Hubungan personal dengan Tuhan melalui ibadah seharusnya tidak hanya berhenti pada titik personal, juga tidak hanya dipenuhi oleh kebernikmatan hidup secara spiritual individual. Melainkan harus berujung dan ditujukan untuk meraih implikasi sosial yang luas.
Sehingga tasawuf cinta setidaknya bisa turut serta berperan dalam pembebasan dan penyelamatan kemanusiaan dari kondisi yang penuh kecemasan. Upaya pemberantasan terhadap tindakan-tindakan terorisme tidak hanya cukup ditempuh melalui jalur intelijen, konstitusi, dan hukum, tetapi selayaknya juga diiringi dengan upaya penyadaran cultural-teologis, yakni melalui pengajaran dan pendidikan mencintai dan mengasihi sesame manusia dengan berbagai cara yang baik dan benar, misalnya dengan meringankan beban mereka, menolong mereka ketika membutuhkan dan sebagainya.

Jama’ah Shalat Jum’at yang bebahagia.
Hal kedua yang harus kita lakukan adalah tidak menambah daftar pelaku terorisme. Sebagai orang biasa yang tidak punya otoritas politik, sosial, budaya dan ekonomi, hal yang sangat mungkin bisa kita lakukan adalah menjaga dan melindungi diri kita dan keluarga kita dari tindakan terorisme.
Perintah untuk melindungi diri kita sendiri dan keluarga diperintahkan oleh Allah dalam al-Qur’an. Quu Ansufakum wa ahlikum Nara. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Nar atau api neraka dalam ayat ini tidak hanya bermakna api neraka itu sendiri. Api neraka bisa saja berarti symbol kekejian dan kejahatan. Api adalah symbol setan. Api adalah asal mula setan.
Bentuk penjagaan diri kita sendiri dan keluarga dari api neraka, salah satunya adalah dengan memberikan perhatian, curahan cinta dan pendidikan yang benar, terutama pendidikan agama, kepada anak-anak kita, saudara-saudara kita. Perhatian dan pendidikan yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik pula.
Dalam tataran yang lebih luas lagi, keluarga merupakan bagian terkecil dalam masyarakat. Meskipun menjadi bagian terkecil dari masyarakat, keluarga memiliki peran yang sangat vital dalam membangun karakter bangsa. Sebab sebuah bangsa dihuni, dikelola dan dimanage oleh tangan-tangan manusia yang lahir dari bagian terkecil tersebut, yakni keluarga.
Oleh sebab itu, di zaman yang penuh dengan berbagai godaan dan tantangan serta ketidak menentuan ini, yang perlu kita lindungi dan jaga adalah diri kita dan keluarga kita.
Jadi, tanggung jawab besar bangsa dan negara ini pada dasarnya berada di tangan keluarga-keluarga. Semakin baik sebuah keluarga maka dapat dipastikan baik pula bangsa dan negaranya. Begitu sebaliknya, semakin buruk sebuah keluarga maka dapat dipastikan pula bangsa dan negara tersebut semakin terpuruk.

Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia.
Hal yang ketiga yang perlu kita lakukan adalah sabda Nabi Muhammad saw. : man kana Amruhu ma’rufal fa ya’mal bil ma’ruf. Barangsiapa yang memerintahkan kebaikan maka lakukanlah dengan baik. Menghapus kejahatan, kemaksiatan dan kekejian di muka bumi merupakan hal yang baik dan diperintahkan agama. Namun harus dengan cara dan metode yang baik pula. Kejahatan tidak bisa dilawan dengan kejahatan. Kekerasan juga tidak bisa dilawan kekerasan. Ketidakadilan tidak bisa hilang apabila dibalas dengan sikap tidak adil.
Nabi Agung Muhammad saw telah memberikan banyak contoh dalam hal ini. Nabi tidak pernah melawan kejahatan dengan kejahatan, melainkan melawannya dengan kebaikan. Kekerasan dan pelecehan yang dilakukan kaum musyrik Makkah kepada Nabi selalu dibalas dengan kelembutan dan kebaikan.
Konon dikisahkan, pada masa Rasulullah, ada seorang pengemis Yahudi Yang Buta. Ia selalu mengemis dan meminta-minta di sudut pasar kota Madinah. Sehari-harinya ia selalu menjelek-jelekkan Rasulullah. Kepada orang-orang yang mendekat ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila. Dia itu pembohong. Dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya kalian akan terperdaya olehnya.”
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatang pengemis itu dengan membawa makanan. Karena pengemis itu buta, ia tidak tahu siapa yang setiap pagi dating kepadanya membawa makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu. Ini beliau lakukan rutin setiap hari hingga menjelang Rasulullah saw. wafat.
Suatu hari, setelah Rasulullah wafat Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah ra yang kebetulan juga menjadi istri Rasulullah.
Abu Bakar bertanya kepada Aisah, “Anakku adakah sunnah Rasulullah yang belum aku kerjakan.” Aisyah r.a menjawab, “Wahai ayah, Engkau adalah ahli sunnah. Setahu saya hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan, kecuali satu sunnah saja”.
“Apakah Itu?” tanya Abu Bakar r.a. penasaran.
“Ketahuilah ayah bahwa setiap hari, semasa Rasulullah saw. hidup, beliau selalu pergi mendatangi pengemis buta Yahudi yang berada di ujung pasar untuk mengantarkan makanan dan kemudian menyuapinya.”
Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?”
Abu Bakar r.a menjawab, “Aku orang yang biasanya datang kesini.”
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.” Sergah pengemis buta tersebut.
“Apabila ia datang kepadaku, tangan ini tidak susah untuk memegangnya dan mulut ini tidak susah untuk mengunyah makanan. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu makanannya dihaluskan dengan mulutnya. Setelah itu ia berikan padaku.”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Tidak kuasa Abu Bakar menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, ”Saya memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Yang sering dating kepadamu adalah orang mulia itu telah meninggal. Beliau sudah meninggal. Dan aku adalah sahabatnya. Orang itu adalah Muhammad Rasulullah saw.”
Mendengar cerita Abu Bakar r.a. pengemis itu pun menangis dan kemudian berkata,”Benarkah demikian? “Selama ini aku selalu menghinanya, menfitnahnya. Ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Ia begitu mulia.”
Hingga akhirnya Pengemis Yahudi buta tersebut bersyahadat di hadapan Abu Bakar r.a.
Jamaah shalat jum’at yang berbahagia
Itulah khutbah yang dapat saya sampaikan semoga bisa memberikan manfaat yang berarti bagi kita semua. Tiga hal yang saya sebutkan tadi mudah-mudah bisa menjadi bahan refleksi kita semua dan bahan pertimbangan kita semua dalam menapaki dan menata masa depan yang lebih baik. Amin.
بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم، ونفعنى وإيّاكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم، وتقبّل منى ومنكم تلاوَته إنّه هو السّميع العليم، وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين
الحمد لله حمدا كثيرا كما امر ، واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ، واشهد ان سيدنا محمدا صلى الله عليه وسلم عبده ورسوله النبي المعتبر ، فَيَا عِبَادَ اللهَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. واعلموا ان الله سبحانه وتعالى صلى على نبيه قديما ، وامرنا بذالك ارشادا لنا وتعليما ، فقَالَ تَعَالىَ في القرآن العظيم اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيُّهَا اَّلذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وشفيعنا ومولانا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آله وصحبه اجمعين برحمتك يا ارحم الرحمين . اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَات ِانك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضى الحاجات وغافر الذنوب والخطيئات . اَللّهُمَّ انصر جيوس المسلمين وعساكر الموحدين . اللهم اهلك الكفرة والمشركين اعداءك اعداءنا اعداء الدين آمين يا مجيب السائلين . ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين . ربّنا اَفرغ علينا صبرا وثبّت اقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين. اللّهم اغفرلنا ولوالدينا وارحمهما كما ربّيانا صغارى. اللهم أصلح لنا ديننا الذى هو عصمة أمرنا وأصلحلنا دنيانا التى فيها معاشنا وأصلحلنا آخرتنا التى إليها معادنا واجعل الحياة زيادة لنا فى كلّ خير واجعل الموت راحة لنا من كل شر. اللهم إنا نعوذ بك من الهم والحزن، ونعوذبك من العجز والكسل، ونعوذبك من الجبن والبخل، ونعوذبك من غلبة الدين وقهر الرجال. .رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ .
عِبَادَ الله، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر . اَقِمِ الصَّلاَةَ .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar